KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
139. Silvester II (999-1003)
Silvester lahir di Perancis, dengannama Gerbert dan ia adalah seorang rahib Benediktin. Terpilih menjadi paus pada 2 April 999. Ia adalah paus pertama dari Perancis. Kaisar Otto III mencalonkan dia, menjadikan dia sebagai guru pribadinya. Masa kepausannya bertepatan dengan pergantian millennium datu ke millennium dua dimana orang-orang Kristen menganggap sebagai suatu masa yang krusial. Setiap orang menyangka sudah saatnya akhir dunia dan mereka mempersiapkan diri untuk menghadapinya melalui doa-doa, pengakuan dosa dan ziarah-ziarah ke Tanah Suci.
Paus Silvester begitu cinta akan ilmu pengetahuan. Ia memulai penggunaan angka-angka Arab. Bersama dengan Kaisar Otto III yang telah menunjuk dirinya sebagai paus, ia mencoba mengatur dunia Kristiani. Ia memberikan gelar raja kepada St. Stefanus dari Hungaria, mendirikan keuskupan Agung Gnesen di Polandia dan Keuskupan Agung Gran (Eztergom) di Hungaria.
Atas persetujuan kaisar, ia mencoba menata kembali serta meningkatkan moralitas kaum klerus, tetapi tidak begitu berhasil. Pemberdayaan jabatan-jabatan gerejawi terus menerus dan fenomena yang lain berkembang mengenai uskup, pangeran menyebabkan laisisasi besar-besaran dan terjadi kemajuan pesat di bidang moral dan keagamaan. Di antara hal-hal lain, uskup-pangeran menempati urutan pertama dan berikutnya , uskup-uskup Gereja. Konflik yang terjadi antara kekuatan dua kubu yang bertentangan ini, akhirnya dimenangkan oleh pihak duniawi (kubu uskup-pangeran). Oleh karena itu, kecenderungan yang bersifat membarui dari paus sangat ditentang oleh para uskup. Sementara itu partai nasionalis independen, yang bermaksud menciptakan suatu Republik Romawi, mengadakan pertemuan di Tivoli untuk menentang otoritas paus. Usaha ini didukung oleh sejumlah tuan tanah. Kaisar Otto dating dan membubarkan mereka, tetapi tidak lama kemudian ia meninggal dan paus kehilangan dukungan dlam menghadapi situasi bahaya ini. Akhirnya tanpa menghiraukan usaha reformasi ini, Paus Silvester membatasi diri secara khusus hanya pada masalah-masalh agam. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Kresensius, walikota Roma yang baru, sebagai lahan bisnis untuk menguasai paus. Paus Silvester wafat pada 12 Mei 1003. Tidak diketahui dengan pasti apakah ia wafat karena malaria atau karena dibunuh.
|